Bangunan Megah Bukti Sejarah Kejayaan Kesultanan Deli, Istana Maimun
Diposkan: 07 Nov 2021 07:43:32 AM Dibaca: 350 kali
MOWIEE - Kota Medan memiliki berbagai pesona budaya dan sejarah yang menarik minat banyak wisatawan. Bagi anda yang ingin menghabiskan waktu liburan dengan kegiatan menyenangkan, berwisata ke kota Medan bisa menjadi rekomendasi yang tepat. Salah satu ikon kota Medan yang bisa menjadi destinasi wisata yaitu Istana Maimun. Yaitu bangunan istana yang megah dan menyimpan sejarah serta nilai budaya tinggi. Istana Maimun menjadi destinasi wisata bagi anda dan keluarga untuk menikmati waktu bersama.
Sebagai salah satu ikon kota Medan, bangunan istana Maimun berdiri kokoh, megah dan menawan. Sebagai tempat tinggal dari pemimpin masyarakat selama kejayaan kesultanan Deli, istana ini memiliki nilai seni yang tinggi. Dengan gaya arsitektur khas Melayu yang dipadukan dengan nuansa islami memberikan kesan megah pada istana. Dengan paduan warna-warna terang seperti kuning dan hijau yang menghiasi istana, semakin mempercantik pesona keindahannya. Tidak heran apabila bangunan istana yang megah ini menjadi saksi bisu sejarah dari kejayaan kesultanan Deli.
Ketika membahas mengenai kesultanan Deli, kita perlu untuk kembali ke tahun 1612 M. Dimana telah tersurat dalam sejarah tentang Kerajaan Aceh yang dipimpin oleh Sri Paduka Gocah. Yang mana kemudian memutuskan untuk menguasai Kerajaan Haru atau Aru yang berada di Sumatera Timur.
Konon, Kerajaan Aceh memiliki pasukan perang yang terkenal sangat kuat. Sehingga, mereka mampu mengambil alih Kerajaan Haru dengan mudah. Bergelar Tuanku Panglima Gocah Pahlawan, Sri Paduka Gocah, kemudian mengubah nama Kesultanan Aru menjadi Kesultanan Deli. Dimana lokasinya juga berpindah dari Sumatera Timur ke Sumatera Utara. Yaitu pada 26 Agustus 1988 tepatnya di Medan.
Berdasarkan kisah historis, kemegahan bangunan Istana Maimun juga beriringan dengan kemakmuran rakyat Kesultanan Deli. Yaitu pada masa kepemimpinan Sultan Makmun ar-Rasyid Perkasa Alamsyah, yakni sultan ke-8 dan pendiri istana. Dimana Sultan Deli sebagai kepala Masyarakat Hukum Adat, menyewakan tanah kepada para pengusaha Belanda pada masa itu.
Yang mana digunakan untuk kepentingan perkebunan tembakau yang terkenal dengan nama Tembakau Deli. Dari hasil penyewaan tanah tersebut, Kesultanan Deli bisa memperoleh keuntungan yang sangat besar. Dimana keuntungan tersebut digunakan untuk membangun berbagai sarana publik termasuk Istana Maimun.
Baca Juga: Tjong A Fie Destinasi Wisata Medan Dengan Bangunan Kuno yang Menarik
Dengan pesatnya kemajuan ekonomi dan akulturasi kebudayaan pada kala itu, melahirkan perpaduan corak kebudayaan yang unik. Hal tersebut terlihat pada gaya arsitektur pada bangunan Istana Maimun. Yaitu hasil perpaduan corak kebudayaan antara gaya arsitektur Melayu, Arab, Moghul, India, dan Eropa. Istana yang dibangun pada tanggal 26 Agustus 1888 ini memiliki dua lantai.
Dimana pada bagian depan, terdapat 28 anak tangga berundak yang terbuat dari marmer berkualitas langsung dari Italia. Pada dinding dan atap bangunan istana dihiasi oleh berbagai ornamen perpaduan antara Melayu dan Timur Tengah. Dengan demikian menghasilkan bangunan megah yang terkesan mewah.
Bangunan Istana Maimun berdiri kokoh dan megah pada area seluas empat hektare. Dimana bangunan istana ini memiliki luas sekitar 2.772 meter persegi dengan jumlah 30 ruangan. Sejak tahun 1946, bangunan istana tersebut telah dihuni oleh para ahli waris dari Kesultanan Deli. Dalam istana ini, ada berbagai pertunjukan seni tradisional Melayu yang sering digelar dalam rangka memeriahkan hari-hari besar Islam. Istana Maimun memiliki nilai sejarah dan budaya yang patut untuk dipelajari dan dilestarikan.
Dapatkan pengalaman menarik dalam berwisata bersama Mobil Wisata Edukasi Entrepreneurship (Mowiee). Bersama Mowiee Anda akan diajak menjelajahi Kota Medan menikmati Panorama, budaya sejarah, mengunjungi sentra usaha home industry serta Education Entrepreneurship Center. Anda tertarik? Hubungi kami sekarang juga dan jangan lewatkan kesempatan terbaik bersama Mowiee.