Keistimewaan Masjid Raya Medan yang Melegenda
Diposkan: 07 Dec 2021 15:55:05 PM Dibaca: 362 kali
MOWIEE - Jika Anda berencana untuk melakukan liburan atau jalan-jalan ke Medan, jangan pernah melewatkan destinasi wisata yang unik dan ikonik satu ini. Ya, Masjid Raya Medan atau Masjid Al-Mashun merupakan salah satu masjid bersejarah yang ada di Kota Medan. Masjid ini berlokasi di Jalan Sisingamangaraja, Medan tidak jauh dari Istana Maimun dan juga Taman Sri Deli. Apa saja keistimewaan masjid besar yang satu ini? Yuk simak fakta – faktanya berikut ini:
Ikon Kota Medan
Masjid Raya Medan menjadi salah satu ikon paling menarik di kota Medan. Wisatawan dapat berkunjung ke masjid ini untuk beribadah dan juga melakukan wisata religi.
Dibangun Sejak Tahun 1906
Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alam, Sultan Deli kesembilan pada tahun 1906 merupakan sosok yang membangun Masjid Raya Medan. Pembangunan masjid tersebut selesai pada tanggal 10 September 1909.
Terdapat Alquran yang Berusia Ratusan Tahun
Saat berkunjung ke Masjid Raya Medan, Anda bisa melihat Alquran yang telah berusia ratusan tahun. Alquran tersebut telah dipajang pada pintu masuk jamaah laki-laki. Alquran tersebut dibuat di Timur Tengah dengan bahan kertas kulit tua. Walaupun sudah berusia ratusan tahun, namun Alquran tersebut masih tetap utuh dan bacaannya juga jelas.
Masjid Bergaya Eropa dan Asia
Arsitektur yang digunakan dalam pembangunan Masjid Raya Medan juga sangat unik, yakni bergaya Eropa dan Asia. Perpaduan antara arsitektur gaya Spanyol, India, dan Timur Tengah menjadikan masjid besar ini tampak begitu megah dan indah. Masjid ini dibuat dengan bentuk segi delapan serta mempunyai sayap pada bagian selatan, timur, utara, dan juga barat.
Baca Juga: Ini Dia Manfaat Melakukan Wisata Religi Bagi Anda yang Suka Traveling
Arsitek dari Belanda
Bangunan Masjid ini dirancang oleh seorang arsitek yang berasal dari Belanda, yaitu Van Erp. Tapi prosesnya sendiri dikerjakan oleh JA Tingdeman. Karena ketika itu Van Erp telah dipanggil untuk datang ke Pulau Jawa oleh pemerintah Hindia Belanda supaya bergabung didalam proses restorasi candi Borobudur, Jawa Tengah. Sebagian bahan bangunan yang digunakan untuk mendirikan masjid ini diimpor dari beberapa negara, diantaranya marmer untuk dekorasi yang diimpor dari Italia, Jerman dan juga kaca patri dari China, serta lampu gantung diimpor langsung dari Prancis.
Sedangkan untuk kubah masjid sendiri menggunakan model kubah Turki, dengan bentuk patah-patah dan bersegi delapan. Masjid ini memiliki kubah utama yang dikelilingi oleh empat kubah lain yang lebih kecil di atas masing-masing beranda. Sedangkan untuk menara masjidnya sendiri berhias paduan antara Mesir, Iran, dan juga Arab.
Tradisi di Bulan Ramadhan
Di Bulan Ramadhan, Masjid Al Mashun juga menyediakan Bubur Sop Anyang untuk hidangan berbuka puasa. Bubur Anyang adalah makanan ciri khas etnis Melayu yang merupakan bubur khas Kesultanan Deli. Setiap tahunnya, bubur tersebut menjadi menu warga Medan saat berbuka puasa.
Jika Anda tertarik untuk melakukan wisata religi bersejarah dan menikmati keindahan Masjid Raya Medan, maka Anda bisa memilih Mowiee. Mowiee (Mobil Wisata Edukasi Entrepreneurship) akan mengajak Anda untuk berkeliling Kota Medan untuk melakukan wisata budaya, sejarah dan juga kuliner dengan konsep kewirausahaan. Jadi selain berwisata, Anda juga akan mendapatkan motivasi dan edukasi dalam berwirausaha. Mobil wisata ini akan membawa para wisatawan baik lokal ataupun luar untuk berkeliling Kota Medan. Jika Anda tertarik, segera hubungi kontak person kami!