Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
OK

Keunikan Masjid Tertua di Medan, Peninggalan Sejarah Kesultanan Deli

Diposkan: 18 Sep 2021 09:05:12 AM Dibaca: 309 kali


Mowiee (Mobil Wisata Edukasi Entrepreneurship) adalah mobil wisata pertama di Indonesia yang hadir dengan konsep kewirausahaan. Ada banyak tempat bersejarah di Kota Medan yang bisa Anda kunjungi. Mowiee selalu menggunakan armada yang nyaman dan bersih didampingi tour guide yang ramah dan komunikatif. Dengan mobil edukasi ini, Anda dapat menikamtai panorama, budaya sampai dengan menggali nilai sejarah beberapa tempat yang ada di Medan. Yang paling menarik, Anda akan diajak mengunjungi sentra usaha home industry dan education entrepreneurship center di Kota Medan.

Salah satu tempat bersejarah yang bisa Anda kunjungi dengan Mowiee adalah Masjid Al-Mashun. Masjid Al-Mashun atau yang biasa disebut dengan Masjid Raya Medan adalah salah satu masjid bersejarah di Kota Medan. Masjid ini dibangun dalam waktu 3 tahun, yaitu mulai 21 agustus 1906 sampai dengan 1909. Masjid bersejarah ini dibangun pada masa Kesultanan Deli era kepemimpinan Sultan Ma’mun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah.

Pada hari Jum’at bulan Sha’ban 1327 bertepatan dengan 10 September 1909, Masjid ini digunakan pertama kalinya untuk aktivitas keagamaan. Masjid Raya Al-Mashun mempunyai sejarah serta keunikan arsitektur yang menarik untuk digali. Selain menjadi masjid tertua di Kota Medan, masjid ini juga dikenal sebagai landmark utama dari Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara.

Arsitektur yang Megah dan Unik

Bangunan Masjid Raya Al-Mashun dirancang oleh Theodoor van Erp, seorang ahli dari Belanda. Kemudian, proses pengerjaannya dilanjutkan kepada J. A. Tingdeman. Yang menjadi ciri khas dari bangunan ini adalah gaya arsitekturnya. Arsitektur bangunan ini memadukan corak Melayu, India, Arab dan juga Spanyol. Perpaduan tersebut menghasilkan nilai estetika yang tinggi.

Berbagai ornamen unik menghiasi bagian luar dan dalam gedung. Terdapat berbagai macam motif, seperti alam, flora, fauna, dan juga kaligrafi. Masjid ini berbentuk segi delapan dimana pilar utamanya sudah menggunakan teknologi beton. Di samping itu, jendelanya juga menggunakan kaca patri yang menambah keunikan dari Masjid ini.  Kubahnya dibentuk dengan kubah gaya Moghul (India).

Baca Juga: Berwisata di Kota Medan Dengan Nuansa Kewirausahaan bersama Mowiee

Belum Pernah Direnovasi

Keunikan lain dari Masjid Al Mashun adalah sejak dibangun sampai saat ini, masjid ini belum pernah direnovasi. Berdasarkan info yang didapat dari pengelola masjid, pemerintah daerah setempat pernah berencana untuk melakukan renovasi pada bagian bangunan yang rusak sebab dimakan usia. Mereka sebenarnya juga berencana melakukan perluasan agar bisa menampung lebih banyak jama’ah. Tapi, rencana tersebut ditentang oleh berbagai pihak sebab khawatir nilai seni serta gaya arsitektur asli bangunan kuno tersebut menghilang.

Kemudian pada akhirnya, hanya sarana penunjang masjid yang ditambah oleh pemerintah daerah, seperti penambahan tempat wudhu, dan lain sebagainya tanpa melakukan renovasi bagian utamanya.

Oleh sebab itu, Masjid Raya Al-Mashun hingga kini masih terjaga keaslian bangunannya. Masjid ini ditetapkan sebagai warisan cagar budaya, yang telah menjadi pusat kegiatan agama dan ikon pariwisata sejarah dan agama di Kota Medan.

Jika Anda tertarik menggali lebih banyak tempat bersejarah yang ada di Kota Medan, maka Mowiee adalah armada wisata yang tepat untuk Anda. Mobil wisata ini akan membawa para wisatawan baik lokal ataupun luar untuk berkeliling Kota Medan. Wisatawan juga akan menikmati City Tour, Visit Heritage, Education dan juga Entrepreneruship ditemani tour guide yang profesional dengan armada yang aman, nyaman dan berstandar CHSE. Jika Anda tertarik untuk melakukan wisata di Kota Medan, maka Anda bisa menghubungi kontak person Mowiee sekarang juga! 


Tags