Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
OK

Mengulik Sejarah dan Keindahan Arsitektur Masjid Raya Al Mashun Medan

Diposkan: 17 Dec 2021 20:27:14 PM Dibaca: 134 kali


MOWIEE - Masjid Raya Al Mashun atau yang biasa dikenal dengan Masjid Raya Medan adalah sebuah masjid bersejarah yang terletak di Medan, Indonesia. Masjid besar ini dibangun pada tahun 1906 serta selesai di tahun 1909. Awalnya, pendirian masjid ini menyatu dengan kompleks istana.

Bagaimana Sejarah Berdirinya Masjid Raya Al Mashun?

Mesjid Raya Medan berdiri kokoh tidak jauh dari Istana Maimun. Bangunan ini dibangun pada tahun 1906, dimasa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid. Tentu masjid yang satu ini masih berfungsi seperti semula, yakni sebagai tempat ibadah umat muslim.

Kubahnya berbentuk pipih serta di bagian puncak berhiaskan bulan sabit. Seperti masjid pada umumnya, terdapat sebuah menara yang menjulang tinggi yang semakin menambah kemegahan masjid yang satu ini. Selain itu, masjid ini tampak begitu memukau dengan adanya lukisan cat minyak berbentuk bunga-bunga dan juga tumbuhan yang berkelok-kelok pada dinding bangunan. Bagian dalam masjid didukung dengan plafon serta tiang-tiang kokoh, yang semakin menampilkan tingginya nilai seni dari bangunan masjid ini.  Seluruh biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid ini diperkirakan mencapai satu juta gulden dan biaya tersebut ditanggung sendiri oleh Sultan.

Masjid Raya al-Mashun adalah masjid kebanggaan warga Medan ketika itu. Seiring perkembangan jaman, sebuah pemukiman baru mulai terbentuk di sebelah masjid yang kemudian disebut dengan Kota Maksum, yang kemudian membuat jamaah masjid semakin ramai.

Kini, selain dijadikan sebagai pusat ibadah kaum muslim, Masjid al Mashun juga telah menjadi daerah destinasi wisata yang dikunjungi para turis domestik maupun mancanegara. Salah satu hal yang menarik dan unik dari masjid ini adalah bentuknya masih asli dan belum pernah mengalami perubahan yang spesifik.

Baca Juga: Nikmati Keseruan Mencoba Pakaian Adat Khas Melayu di Istana Maimun

Bagaimana Arsitektur Masjid Raya Al Mashun?

Bangunan masjid ini dibagi menjadi 3 bagian, yakni: gerbang masuk, uang utama dan juga tempat wudhu. Ruang utama tentu digunakan sebagai tempat untuk shalat. Bentuknya ruangannya cukup unik yakni bersegi delapan tidak sama sisi. Di sisi berhadapan lebih kecil, ada porch, yakni unit yang menempel serta menjorok keluar. Kemudian terdapat tangga di depan tiap-tiap porch tersebut. Di porch depan yang ada dibagian di timur, Anda bisa melihat plengkung majemuk, yang tampak seperti plengkung yang ada di masjid-masjid Andalusia.

Lanjut pada bagian kiri (selatan-timur) serta kanan (utara-timur) ruang shalat utama, terdapat banyak gang. Gang tersebut memiliki deretan bukaan (jendela tidak berdaun) lengkung yang ada di atas balok.

Kubah utama terbesar  di masjid ini mengatapi bagian tengah pada bagian depan mihrab dan mimbar. Bentuk kubah yang digunakan menggunakan model Turki, bentuknya patah-patah bersegi delapan.

Pengunjung juga bisa melihat hiasan badan minaret yang merupakan campuran model Mesir, Arab dan juga Iran. Selain itu, masjid ini juga memiliki pengaruh Gotik, yang dapat dilihat dari bagian atas jendela yang tampak berambang patah, kemudian di bagian atasnya adaa bukaan yang berbentuk lingkaran. Mihrab masjid ini juga cukup indah, yang dibuat dari marmer dan beratapkan kubah runcing.

Jika Anda ingin menikmati keindahan Masjid Raya Al Mashun dan bangunan bersejarah lainnya di Kota Medan, maka Anda bisa melakukan wisata bersama Mowiee. Mowiee (Mobil Wisata Edukasi Entrepreneurship) akan mengajak para wisatawan untuk menjelajahi keindahan Kota Medan untuk melakukan wisata dengan konsep kewirausahaan. Mobil wisata ini akan membawa para wisatawan baik lokal ataupun luar untuk berkeliling Kota Medan. Jika Anda tertarik, segera hubungi kontak person kami! 


Tags