Patung Bersejarah di Medan yang Wajib Anda Kunjungi Saat Liburan
Diposkan: 21 Dec 2021 06:53:06 AM Dibaca: 1467 kali
MOWIEE - Saat Anda berkunjung ke Kota Medan, tepatnya saat melewati bundaran Simpang Golden dan juga Pasar Petisah yang bersejarah menuju ke Lapangan Merdeka, mata pasti tertuju pada sebuah patung besar pria yang tegak berdiri, menggunakan pakaian khas yang gagah perkasa. Pada bagian bawah patung tersebut tertuliskan Monumen Guru Patimpus.
Lalu siapa sebenarnya Guru Patimpus? Guru Patimpus merupakan bapak pendiri Kota Medan. Anda tentu perlu menyempurnakan kunjungan Anda ke Kota Medan dengan mengabadikan momen di monumen bersejarah yang satu ini. Monumen ini terletak di jalan Guru Patimpus Kecamatan Medan, Petisah.
Tugu Guru Patimpus dibangun untuk mengenang Guru Patimpus Sembiring Pelawi sebagai pendiri Kota Medan. Kini sebagai penanda kehadiran “Sang Founding Father’ Kuta Madan (Kota Medan) itu telah dikenang dalam sebuah monumen Guru Patimpus atau yang biasa disebut dengan Tugu Guru Patimpus Sembiring Pelawi.
Sejak berdiri, monumen yang satu ini menjadi lokasi kunjungan wajib untuk para wisatawan sebagai alternatif tempat rekreasi keluarga disaat libur. Pada sisi kiri dan juga kanan tugu, terdapat ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan oleh para pengunjung untuk duduk sambil menikmati gemericik air mancur. Berbagai hal bisa Anda lakukan di tempat ini, apalagi dari sampai malam hari disekitar tugu banyak kuliner yang akan menggugah selera.
Tugu bersejarah ini menyimpan cerita sejarah yang panjang mengenai awal berdirinya Kuta Madan (yang berasal dari bahasa Karo). Kuta memilih arti kampung, sedangkan Madan sendiri secara luas berarti sehat, nyaman, sembuh, aman dan juga damai. Kemudian sebab perubahan artikulasi “Kuta Madan” kini menjadi Kota Medan.
Berdasarkan riwayatnya, Guru Patimpus Sembiring Pelawi memiliki tubuh yang kekar, tinggi, gagah dan juga penuh wibawa layaknya seorang panglima. Ia juga berjiwa kestria yang penuh rasa kemanusiaan, mempunyai karakter simpatik, dan juga pemberani. Selain itu, ia juga sangat lemah lembut dalam bertutur kata seperti orang Karo pada umumnya. Guru Patimus juga merupakan “Guru” – bahasa Karo (simbelin, yang berarti orang yang disegani dan juga berwibawa, tabib, mempunyai keahlian serta kesaktian mandra guna).
Baca Juga: Mengulik Sejarah dan Keindahan Arsitektur Masjid Raya Al Mashun Medan
Guru Patimpus merupakan sosok sakti yang mampu menuruni lembah-lembah yang penuh dengan mistis, hutan penuh semak belukar dan juga binatang buas. Dengan keberaniannya yang tinggi, lembah-lembah yang terjal dan curam telah ia daki. Ia menelusuri aliran Lau Petani atau Sungai Petani menuju ke Satu Bandar di Hilir Sungai Deli dengan satu tujuan, yakni mencoba dan juga mengamalkan ilmu kesaktiannya untuk mengobati orang yang sakit. Ia juga belajar pada Datuk Kota Bangun, yang merupakan seorang guru sekaligus ulama besar yang terkenal di masa itu.
Kemudian, setelah beberapa lama, Guru Patimpus menikah dengan Beru Tarigan. Ia merupakan seorang putri dari Panglima Deli Pulu Beren merga Tarigan. Kemudian sekitar tahun 1590, Guru Patimpus membuka serta mendirikan sebuah kampung dipertemuan anatara 2 buah Sungai Deli dan Babura yang kemudian dinamai dengan Kuta Madan. Dari pernikahannya tersebut lahir lah silsilah keturunan Urung Sepuluh Dua Kuta (Datuk Hamparan Perak) dan juga Datuk Sukapiring. Guru Patimpus telah menjadi milik masyarakat luas Kota Medan.
Jika Anda ingin melihat patung bersejarah Guru Patimpus dan membuat waktu berlibur Anda semakin menyenangkan di Kota Medan, Anda dan keluarga bisa memilih Mowiee. Mobil Wisata Edukasi Entrepreneurship (Mowiee) ini akan mengajak Anda berkeliling kota Medan dengan armada yang nyaman dan bersih yang sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Dengan Mowiee, para wisatawan bukan hanya sekedar menikmati wisata, namun mereka akan lebih mengenal budaya Kota Medan. Yang paling menarik, wisatawan juga akan memperoleh motivasi dan edukasi berwirausaha. Jika Anda tertarik, segera hubungi kontak person kami!